pusat benih ikan lele sangkuriang di Tangerang

Thursday, July 25, 2013

KKP Gelar Kelompencapir dan Pelatihan pada Safari Ramadhan di Bantul

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Safari Ramadhan, Senin (22/7), di kawasan Budidaya Air Tawar, Jl. Parangtritis km 19 Kabupaten Bantul, DIY. Kegiatan ini merupakan Safari Ramadhan ketiga dari enam kegiatan yang diselenggarakan KKP pada tahun ini. Berbeda dengan Safari Ramadhan lainnya, pada kegiatan kali ini digelar lomba Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Kelompencapir) Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Kelautan dan Perikanan (Gempita) dan pelatihan kelautan dan perikanan berbasis blue economy, yang hasilnya ditampilkan melalui unjuk kerja pelatihan.  Pada kegiatan Safari Ramadhan ini, KKP memberikan sejumlah bantuan untuk masyarakat di Provinsi DIY, yang diserahkan secara simbolis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan program KKP senilai hampir Rp 4,7 miliar, yaitu Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan pengolahan hasil perikanan; kartu nelayan; Sertifikat Hak Atas Tanah Nelayan; calon induk ikan; pengadaan sarana prasarana pemasaran roda tiga, sarana pengembangan produk non konsumsi; sarana prasarana pengolahan tepung ikan; tenda pemasaran, bantuan penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan. Batuan pendidikan ini merupakan kepedulian KKP yang diperuntukkan bagi anak-anak pelaku utama, yaitu nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan, serta petambak garam.
Selain bantuan program, KKP juga memberikan bantuan Sembako dan Paket Ramadhan untuk masyarakat. Ada pula bantuan pakan ikan dari Yayasan Damandiri yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua Yayasan, Haryono Suyono. Dalam sambutannya, Sharif menekankan akan pentingnya peningkatan kapasitas SDM. “Kita diberikan anugerah dari Allah SWT di antaranya berupa potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang tinggi dan beranekaragam, untuk menggali potensi tersebut perlu kesiapan SDM yang memadai. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM, khususnya pelaku utama bidang kelautan dan perikanan merupakan kegiatan yang sangat strategis, baik melalui pendidikan, pelatihan maupun penyuluhan. Menurut Sharif, dalam menjalankan fungsi pendidikan, KKP memiliki lembaga pendidikan tinggi dan menengah yang bertujuan untuk menyiapkan SDM terdidik dan kompeten bidang kelautan dan perikanan. Setiap tahunnya, lembaga pendidikan KKP meluluskan sekitar 1.400 orang yang siap diserap oleh para pelaku usaha/bisnis di dunia usaha dan dunia industri untuk mengelola sumberdaya kelautan dan perikanan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.
Di bidang pelatihan, sambungnya, sasarannya adalah peningkatan keterampilan para pelaku utama kelautan dan perikanan. Pada kesempatan ini Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) melatih 150 orang masyarakat kelautan dan perikanan di seluruh Kabupaten/Kota di DIY, di antaranya untuk pemberdayaan keluarga melalui program Posdaya. Pelatihan ini berbasis blue economy, yaitu ekonomi berbasis kelautan dan sebuah model ekonomi baru untuk mendorong pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dengan kerangka pikir sebagaimana cara kerja ekosistem. Hal ini dilakukan melalui pengembangan bisnis inovatif dan kreatif berdasarkan prinsip zero waste (tidak ada limbah yang terbuang), efisiensi alamkelestarian lingkungan, menciptakan kesempatan wirausaha dan lapangan kerjaserta memperbaiki modal sosial dengan inovasi dan kreativitas. Karenanya pada pelatihan kali ini, ikan pari dimanfaatkan keseluruhannya tanpa ada yang terbuang. Dagingnya untuk konsumsi, kulitnya untuk dijadikan tas dan sepatu, serta ekornya untuk dijadikan ikat pinggang.
Sementara itu, Sharif melanjutkan, untuk kegiatan penyuluhan, KKP telah menyediakan tenaga penyuluh untuk mendampingi pelaku utama dan pelaku usaha dalam menjalankan usahanya agar efektif dan efisien. Pada kesempatan ini, para pelaku utama tersebut telah melakukan asah terampil, salah satunya melalui Gempita yang juga menjadi bagian dalam acara safari ramadhan ini. Fokus utama Gempita adalah pemberdayaan masyarakat perdesaan, keberpihakan kepada nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan, serta petambak garam skala kecil yang terangkum dalam kelompok pelaku utama dan pelaku usaha. Kelompok terbaik setiap provinsi ditampilkan dalam lomba Kelompencapir yang juga menyajikan pelestrarian warisan budaya dan kearifan lokal. Bantul menjadi lokasi ketiga pelaksanaan Gempita pada tahun 2013, setelah Medan dan Banjarmasin. Pada lomba kali ini para peserta berasal dari Jawa Barat, Banten, dan DIY yang merupakan regional II dari enam regional se-Indonesia. Regional I adalah Sumatera, Regional II Jawa (tidak termasuk Jawa Timur), Regional III Jawa Timur, Bali, dan Nusra, Regional IV Sulawesi, Regional V Kalimantan, dan Regional VI Maluku dan Papua.
Grup A dari Tirta Gintung Sejahtera mewakili Provinsi Banten
Terkait pengembangan SDM ini, Sharif mengingatkan, menuntut ilmu adalah suatu kewajiban termasuk ilmu tentang Kelautan dan Perikanan. Hal ini Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Mujadilah ayat 11, yaitu: “Niscaya allah akan meninggikan orang–orang yang beriman di antaramu dan orang–orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Ia juga mengatakan, Allah mewajibkan kita sebagai khalifah di muka bumi ini untuk mengelola, memanfaatkan, dan memelihara kelestarian alam ini dengan sebaik-baiknya serta diharapkan mampu memproduksi sumberdaya ikan guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi umat manusia. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur`anul Karim Surat An Nahl ayat 14: “Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” Karena itu, peran SDM yang handal sangat diperlukan untuk pembangunan kelautan dan perikanan, yang ditingkatkan kapasitasnya antara lain melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan, sebagaimana salah satunya ditampilkan melalui kegiatan Safari Ramadhan ini.
Sharif berpesan, sebagai khalifatullah, kita harus selalu melakukan upaya pengelolaan secara bijak terhadap alam ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan alam semesta secara umum. “Allah berfirman dalam surah Ar-Ra’ad, bahwa sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Hal ini untuk dapat berusaha harus dengan dibekali ilmu, pengetahuan, teknologi, iman dan taqwa,” ujarnya.

No comments:

Post a Comment

Kontak

Hei Hubungi Kami di 081386423223 (Asep Ibrohim)

Anda Pengunjung Ke

lokasi kami